---
Apa yang Dimaksud dengan "Penjilat Kekuasaan"?
Penjilat kekuasaan adalah istilah yang sangat pejoratif (bersifat mencela) dalam bahasa Indonesia untuk mendeskripsikan seseorang yang melakukan sikap berlebihan dalam menjilat atau membungkuk-bungkuk kepada orang yang berkuasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.
Secara harfiah, "menjilat" berarti "to lick". Metafora ini menggambarkan seseorang yang begitu rendah dirinya sampai-sampai rela "menjilat" kaki penguasa, sebuah gambaran yang sangat hina dan tidak berprinsip.
Ciri-Ciri Utama Penjilat Kekuasaan:
1. Sikap Menyanjung yang Berlebihan dan Tidak Tulus: Mereka memuji pemimpin atau atasan mereka secara hiperbolis (berlebihan), seringkali tidak berdasarkan fakta atau prestasi yang nyata. Pujian ini dilakukan bukan karena rasa hormat yang tulus, tetapi sebagai alat untuk mengambil hati.
2. Selalu Setuju dan Tidak Pernah Kritis: Seorang penjilat hampir tidak pernah memiliki pendapat yang berbeda. Mereka selalu "yes man" atau "yes woman" yang menyetujui segala kebijakan, ide, atau bahkan lelucon sang penguasa, tanpa mempertimbangkan apakah itu benar atau baik.
3. Mengorbankan Prinsip dan Integritas: Mereka dengan mudah mengubah pendirian, keyakinan, atau moral mereka agar selaras dengan keinginan penguasa. Prinsip mereka adalah "asal bapak senang".
4. Suka Melaporkan Orang Lain (Informan): Untuk mendapatkan posisi yang lebih dekat dengan kekuasaan, mereka sering menjadi sumber informasi tentang kolega atau bawahannya, menjelek-jelekkan orang lain untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik.
5. Oportunis: Motivasi utama mereka adalah keuntungan pribadi. Mereka mencari jabatan, proyek, penghargaan, atau privilege lainnya sebagai imbalan dari kesetiaan mereka yang dibuat-buat.
6. Menghilang ketika Kekuasaan Jatuh: Ciri yang paling khas adalah mereka sangat setia hanya ketika sang penguasa sedang di atas. Begitu kekuasaan itu melemah atau jatuh, mereka akan menjadi orang pertama yang meninggalkan atau bahkan berbalik menyerang.
Motivasi di Balik Perilaku Ini:
· Mendapatkan Jabatan atau Promosi
· Mendapatkan Proyek atau Keuntungan Finansial
· Mendapatkan Perlindungan dan Akses Istimewa
· Rasa Takut (tapi lebih didominasi oleh keserakahan)
Mengapa Perilaku Ini Merugikan?
· Menghambat Kemajuan: Lingkungan yang dipenuhi penjilat akan kekurangan kritik konstruktif dan umpan balik jujur yang diperlukan untuk perbaikan.
· Menghancurkan Moral: Menciptakan budaya kerja yang tidak sehat di mana kejujuran dan kompetensi kalah oleh sikap menjilat.
· Keputusan yang Buruk: Penguasa yang hanya dikelilingi penjilat akan memiliki persepsi yang bias tentang realitas, leading to poor decision-making.
· Merusak Tata Kelola: Memupuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) karena penghargaan diberikan berdasarkan loyalitas buta, bukan kinerja.
Sinonim dan Istilah Serupa:
· Sindiran "ASB" (Asal Bapak Senang): Sangat erat kaitannya dengan budaya penjilat.
· Yes Man: Istilah bahasa Inggris yang sangat umum digunakan.
· Oportunis
· Pembodek atau Pengemis jabatan
· Brown-noser (slang Inggris)
· Sycophant (istilah formal dalam bahasa Inggris yang maknanya sangat tepat)
Kesimpulan
Penjilat kekuasaan adalah individu yang tidak berintegritas, oportunis, dan tidak memiliki harga diri, yang menggunakan pujian palsu dan kesetiaan semu kepada figur berkuasa semata-mata untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya. Perilaku ini dianggap sebagai penyakit dalam birokrasi, politik, dan dunia korporat karena merusak tata kelola yang baik dan menciptakan budaya yang tidak sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar